MAKALAH
ISTI’ADZAH DAN
BASMALAH
Rudi Mursidin
JURUSAN PENDIDIKAN GURU
MADRASAH IBTIDAIYAH (PGMI)
FAKULTAS ILMU TARBIYAH
DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM
NEGERI (IAIN)
MATARAM
2013
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahirabbil’alamin, puji syukur kami panjatkan
kepada Allah subhanahu wa ta’ala,. Rabb yang maha
esa, rabb yang maha pengasih lagi maha penyayang. Atas kehendaknya kami dapat
menyelelesaikan makalah baca tulis
al-qur’an: isti’adzah dan basmalah
Semoga
makalah ini dapat digunakan oleh para
pendidik sebagai bahan ajar dan bagi mahasiswa calon-calon penddik sebagai
bahan buku penunjang materi perkuliahan baca tulis al-qur’an
Dengan
adanya makalah ini kami berharap mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi semua dan
dapat pula dijadikan sebagai bahan pembelajaran. Namun dalam menyusun makalah
ini masih jauh dari apa yang dinamakan kesempurnaan. Untuk itu kami
mengharapkan beberapa saran serta kritik guna membangun semuanya dengan baik
dan guna menambah pengetahuan kita bersama.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.......................................................................................... i
DAFTAR ISI.......................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................. 1
A.
Latar belakang.................................................................................... 1
B.
Rumusan masalah............................................................................... 1
C.
Tujuan................................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN...................................................................................... 2
A.
Pengertian Isti’adzah dan Basmalah.................................................. 2
B.
Isti’adzah-Basamalah......................................................................... 2
C.
Makna Isti’adzah................................................................................ 3
D.
Hukum Isti’adzah............................................................................... 3
E.
Makna basmalah................................................................................. 3
F.
Lafadz jalalah (Allah)......................................................................... 4
G.
Hukum basmalah................................................................................ 4
H.
Hukum Isti’adzah dan basmalah........................................................ 4
BAB III PENUTUP............................................................................................... 8
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG
Belajar dan pembelajaran merupakan suatu
istilah yang tak dapat dipisahkan satu sama lain dalam proses pendidikan. Jika
ada proses belajar, maka disitu ada pembelajaran. Dan jika ada pembelajaran
berarti disitu ada proses belajar. Begitu seterusnya, saling terkait, tak dapat
berdiri sendiri- sendiri.
Perbedaan belajar dan pembelajaran terletak
pada penekanannya. Pembahasan masalah belajar lebih menekankan pada siswa dan
proses yang menyertai dalam rangkan perubahan tingkah lakunya. Ada pun
pembelajaran lebih menekankan pada guru dalam upayanya untuk membuat siswa
dapat belajar.
Proses belajar mengajar bukan haya terpaku
pada kedua unsur seperti yang dimaksud diatas. Akan tetapi ada unsure lain yang
juga sangat substansi dalam proses belajar mengajar guna mencapai tujuan dari
proses belajar mengajar tersebut, dimana unsure yang dimaksud ialah mengenai
metode yang digunakan dalam proses
belajar mengajar.
Dalam pencapaian hasil belajar mengajar yang
sesuai dengan tujuan pendidikan maka harus menggunakan metode yang tepat sesuai
dengan kebutuhan dan keadaan siswa dimana sekolah tersbut agar tujuan belajar
mengajar tersebut dapat tercapai.
B.
Rumusan masalah
Adapun rumusan masalah yang ditarik dari
latar belakang diatas yakni:
1.
Apakah
istiadzah dan bagaimana cara melafalkannya
2.
Apakah
basamalah dan bagaimana cara melafalkannya
C. Tujuan
Supaya
pembacaan menjadi lebih baik Ahmad Abdul gani Muhammad al-najuli al-jamal,
al-Qaul al-Sadid fi Fann al-Tajw
BAB II
PEMBAHASAN
ISTI’ADZAH DAN BASMALAH
A. Pengertian
Isti’adzah dan Basmalah
Keharusan mengetahui ilmu tajwid bagi orang
yang membaca alQuran merupakan suatu kemestian,karna alkuran sebagai pirman
allah dan kitab suci umat islam di tirunkan bersama tajwidnya. Dalam membaca
alquran terdapat adap atau etika khusus yang harus diperhatikan , yang harus di prtehatikan dalam membaca alquran adalah dengan membaca
isti’adzah dan basmalah sebelum membaca
alquran dan sudah di menjadi kesepakatan
ulama bahwa membaca keduanya sangat di
anjurkan ketika membaca Al-Quran.[1]
Isti’adzah adalah mashdar (kata dasar) dari
kata kerja (fi’il) isti’adza-yasta adzu yang berarti memohon perlindungan.[2]
Menurut istilah isti’adzah adalah
kalimat yang berisi ungkapan dalam rangka memohon
perlindungan kepada allah dari godaan syaitan yang terkutuk ‘’. Pengertian ini didasarkan pada bentuk
kalimat.
B.
Isti’adzah-basmalah
A’udzubillahi
minasyaithonirrojiim”
a. A’udzu : Mohon perlindungan, membentengi,
meminta penjagaan, berlindung kepada Alloh.
b. Billahi : Rabb atas segala sesuatu yang
diIlahkan dan disembah sendirian, tidak ada sekutu bagiNya.
c. Asyaithon : Iblis yang Alloh
melaknatnya.
d. Arrojiim : Terkutuk, terjauhkan,
tertolak dari semua rahmat dan kebaikan, yang tidak akan mendatangkan kejelekan
kepada dienku dan duniaku.
C. Makna Isti’adzah:
Aku berlindung dan membentengi diri kepada
Allah Rabbku dari syaithon yang terkutuk yang mengganggu bacaanku atau
menyesatkanku sehingga aku binasa dan celaka, adalah Nabi SAW apabila bangun
pada tengah malam maka memulai shalatnya dengan takbir kemudian beliau
mengucapkan :”Aku berlindung kepada Alloh yang maha mendengar lagi maha
mengetahui dari syaithon yang terkutuk dari sentuhan, tiupan dan semburannya .”(H.R
Ashabussunan).
D. Hukum Isti’adzah
Disunnahkan bagi setiap yang ingin membaca
sesuatu dari Alqur’an satu surat atau lebih, ucapkanlah :” أعوذبا
الله من الشيطان الر جيم”(A’udzubillahi minasyaithonirrojiim), kemudian baru membacanya.
Seperti yang disukai bagi orang yang sedang
marah atau orang yang khawatir akan kejelekan yang akan menimpanya maka berlindunglah
kepada Allah dari syaithon yang terkutuk.
Basmalah
yaitu
ucapan: Bismillahirrahmanirrohiim.
E.
Makna
Basmalah
yaitu memulai dengan menyebut Asma Allah dan
mengingatNya sebelum segala sesuatu, mengharap pertolongan kepada Allah Jalla
wa ’ala disemua urusan, hanya meminta pertolongan kepadaNya saja, sesungguhnya
Rabb yang disembah, yang memiliki segala kelebihan, kemurahan hati, keluasan
rahmah, banyak keutamaanNya. Dan kebaikan yang rahmatNya mencakup atas segala
sesuatu dan kebaikanNya meliputi seluruh makhluk.
F. Lafadz Jalalah (Allah)
Yang memiliki hak untuk disembah dan
diibadahi atas semua makhlukNya, dan lafadz Allah adalah nama dari dzat Rabb
Subhanahu Wa Ta’ala yang bisa dikenali dengan lafadz itu..
Arrahman yaitu
nama dari nama-nama Allah Ta’ala yang diambil dari kata Arrahmah yang
menunjukan atas banyaknya rahmatNya.Dan yang dimaksud dengan rahmah adalah
mencakup seluruh makhluknya, menciptakannya dan memberi rizki kepada mereka.Dan
itu menunjukkan kesempurnaan nikmatNya, untuk itu dikatakan”Wahai yang
memiliki rahmat didunia”.
Arrahiim yaitu:
nama Allah Ta’ala, yang diambil dari kata Arrahmah yang menunjukan atas
banyaknya rahmatNya, dan khususnya kepada orang-orang mukmin, lebih khusus
diakhirat, Alloh berfirman:”Dan adalah Allah kepada orang-orang mukmin
sangat rahiim.”untuk itu dikatakan “Wahai yang memiliki rahiim
diakhirat”.
G. Hukum Basmalah
Disyariatkan untuk hamba dan dianjurkan
mengucapkan basmalah ketika membacanya pada setiap surat dari kitab Allah
Ta’ala kecuali ketika membaca surat At-taubah, maka tidaklah membacanya dengan
mengucap basmalah, dan ketika sholat wajib mengucapkan basmalah dengan suara
lirih (pelan) meskipun melakukan sholat jahriyah (dikeraskan bacaannya), dan
disunnahkan bagi hamba untuk mengucapkan Bismillah ketika makan, minum, memakai
pakaian, ketika masuk masjid dan keluar darinya, dan ketika naik kendaraan, dan
dalam setiap urusan yang penting sebagimana wajibnya bagi hamba untuk
mengucapkan Bismillah, Allahuakbar ketika menyembelih dan nahr (menyembelih
unta dengan cara menusuk dileher).
H. Hukum Isti’adzah Dan Basmalah
Memohon perlindungan kepada
Allah SWT adalah suatu keharusan bagi setiap musim dalam seluruh aspek
kehidupannya. Terlebih lagi ketika kita hendak membaca Al-Qur’an, sebagaimana
di perintahkan oleh Allah SWT dalam surat An-Nahl ayat 98, yang artinya :
Apabila kamu hendak membaca Al-Qur’an maka
berlindunglah kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk ” (QS. 16 : 98)
Yang dimaksud dengan isti ‘adzah
adalah membaca :
اَعُوْذَ بِاللهِ
مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْم
Hukum membaca isti’adzah
sebelum memulai tilawah adalah sunnah.
Firman Allah Swt:
فَاِذَا قَرَأْتَ
الْقُرآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللهِ مِنَ الشَّـيْطَانِ الرَّجِيْمِ
Maka apabila engkau membaca
Al-Qur’an, maka mohonlah perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang
terkutuk”. (QS. 16 : 98)
Lafadz isti’adzah dapat
berbunyi seperti diatas atau dengan menambahkan السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ menjadi :
أَعُوذُ بِاللَّهِ السَّمِيْعِ
الْعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
Adapun membaca basmalah
sangat dianjurkan (mustahabbah), baik diawal surat atau pertengahan
surat -kecuali pada surat At Taubah – baik dilakukan dengan suara keras
atau pelan. Sebagian ulama Qira’at memberinya hukum Wajib Sina’i artinya
kewajiban yang apabila ditinggalkan tidak berdosa. Istilah tersebut digunakan
karena Rasulullah sangat menganjurkan membaca basmalah, sebagaimana didalam
sabdanya:
كُلُّ اَمْرٍ ذِيْ
بَالٍ لاَ يُبْدَأُبِبِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ فَهُوَ اَقْطَعُ
Setiap urusan yang
penting yang tidak dimulai dengan membaca kalimat basmalah ,
maka terputuslah barokahnya”.
Cara
membaca isti’adzah, basmalah dan ayat pada awal surah ada 4
macam cara, yaitu :
1. قَطْعُ الْجَمِيْع (Qath’ul Jam’i) yaitu pisah semuanya.
Caranya adalah membaca
isti’adzah, berhenti (waqaf), lalu membaca basmalah, dan berhenti lagi
(waqaf), kemudian membaca awal surah. Contoh :
اَعُوْذُ بِاللهِ
مِنَ الشَّـيْطَانِ الرَّجِيْمِ☼ بِسْمِ اللهِ
الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ ☼قُلْ اَعُوْذُ
بِرَبِّ الْفَلَقِ ☼
2. قَطْعُ الأَوَّلِ وَوَصْلُ
الثَّانِيْ بِالثَّالِثِ
Qath’ul Awwal Wa Washluts
Tsani Bitstsalits, yaitu memutus yang pertama dan menyambung yang
kedua dengan yang ketiga.
Caranya adalah membaca
isti’adzah, berhenti (waqaf), lalu membaca basmalah disambung (washal) dengan
awal surah. Contoh :
اَعُوْذُ بِاللهِ
مِنَ الشَّـيْطَانِ الرَّجِيْمِ☼ بِسْمِ اللهِ
الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ __ قُلْ اَعُوْذُ
بِرَبِّ الْفَلَقِ
3. وَصْلُ الأَوَّلِ بِالثَّانِيْ
مَعَ الْوَقْفِ عَلَيْهِ وَقَطْعُ الثَّالِثِ
Washlul Awwal Bitstsani
Ma’al Waqfi ‘Alaihi Wa Qath’utstsalits, yaitu menyambung yang pertama dengan
yang kedua lalu berhenti, dan memutus yang ketiga.
Caranya adalah membaca
isti’adzah disambung ( washal ) dengan basmalah, lalu berhenti(waqaf ),
kemudian membaca awal surah. Contoh :
اَعُوْذُ بِاللهِ
مِنَ الشَّـيْطَانِ الرَّجِيْمِ __ بِسْمِ اللهِ
الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ ☼ قُلْ اَعُوْذُ
بِرَبِّ الْفَلَقِ
4. وَصْلُ الْجَمِيْعِ (Washlul Jam’i) yaitu menyambung semuanya.
Caranya adalah membaca
isti’adzah disambung ( washal) dengan basmalah, disambung lagi.
(washal) dengan awal surah.
Contoh :
اَعُوْذُ بِاللهِ
مِنَ الشَّـيْطَانِ الرَّجِيْمِ ___ بِسْمِ اللهِ
الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ ___ قُلْ اَعُوْذُ
بِرَبِّ الْفَلَقِ
Membaca Basmalah Diantara
Dua Surah
Adapun cara membaca
basmalah diantara dua surah, dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu :
1. قَطْعُ الْجَمِيْعِ (Qath’ul Jam’i) yaitu dipisah semuanya.
Cara membacanya
adalah membaca ayat pada akhir surah, berhenti (waqaf), lalu membaca
basmalah, berhenti ( waqaf), kemudian membaca ayat pada awal surah. Contoh :
وَلَمْ يَكُنْ لَّه
كُفُوًااَحَدٌ ☼ بِسْمِ اللهِ
الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ ☼قُلْ اَعُوْذُ
بِرَبِّ الْفَلَقِ ☼
2. قَطْعُ الأَوَّلِ
وَوَصْلُ الثَّانِيْ بِالثُّالِثِ
Qath’ul Awwal Wa
Washlutstsani Bitstsalits, yaitu memutus yang pertama dan menyambung yang kedua
dengan yang ketiga.
Cara membacanya adalah
membaca ayat pada akhir surah, berhenti ( waqaf), lalu membaca basmalah,
disambung (washal) dengan ayat pada awal surah. Contoh:
وَلَمْ يَكُنْ لَّه
كُفُوًااَحَدٌ ☼ بِسْمِ اللهِ
الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ __ قُلْ اَعُوْذُ
بِرَبِّ الْفَلَقِ ☼
3. وَصْلُ الْجَمِيْعِ ( Washlul jam’i ), yaitu menyambung semuanya.
Yaitu membaca ayat
pada akhir surah,disambung ( washal) dengan basmalah, dan disambung
(washal) dengan awal surah. Contoh :
وَلَمْ يَكُنْ لَّه
كُفُوًااَحَدٌ __ بِسْمِ اللهِ
الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ __ قُلْ اَعُوْذُ
بِرَبِّ الْفَلَقِ
Catatan :
Tidak
dibolehkan membaca ayat pada akhir surah disambung (washal) dengan
basmalah langsung berhenti (waqaf). Hal ini dikhawatirkan ada kesan, bahwa
basmalah adalah akhir surah.
Cara membaca yang tidak
dibolehkan adalah seperti contoh berikut :
وَلَمْ يَكُنْ لَّه
كُفُوًا اَحَدٌ __ بِسْمِ اللهِ
الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ ☼
Wallahu’alam bisshowwab.
Maroji :
BAB III
PENUTUP
Demikian sedikit uraian dari kami tentang isti’adzah dan basmalah.
Mohon maaf Jika ada kesalahan dalam penulisan kata,
hadis, dan penafsiran . dan atas perhatian bapak dosen kami mengucapkan terima kasih
DAFTAR
PUSTAKA
Abdul Aziz Abdur
Ra’uf Al Hafidz, Pedoman Dauroh
Al-Qur’an, Kajian Ilmu Tajwid, Lc.
Syaikh Abdullah bin Abdul Aziz, Syarh Addurusumuhimah liaamatilummah, Daar Ashomii”i.
gak boleh wasol ahir surah dengan basmalah seharisnya masuk ke bagian 4
BalasHapus