Minggu, 26 April 2015

Kata-kata mutiara Albert Einstein

Kata-kata mutiara Albert Einstein lengkap
 

Kata-Kata Mutiara Albert Einstein Lengkap - Albert Einstein, adalah seorang ilmuwan yang hidup pada abad 20. Banyak penemuan-penemuannya yang kontrofersial seperti Teori Relatifitas. Sebagai ilmuwan dia juga banyak menciptakan kata-kata yang indah (kata mutiara) yang dapat digunakan oleh kita sebagai motivasi. Berikut saya sajikan kata-kata mutiara dari seorang ilmuwan terkenal, Albert Einstein:

Keberhasilan ditentukan oleh 99 % perbuatan dan hanya 1 % pemikiran. 

Kalau saya periksa diri dan metode berfikir saya, sampai pada kesimpulan bahwa karunia daya khayal lebih berarti dari pada bakat saya untuk menyerap pengetahuan. 

Kalau manusia mau berupaya keras penuh semangat untuk mencari kebenaran, maka dia akan mendapat nilai tidak terhingga. 

Tidak semua hal yang penting dapat dihitung dan tidak semua hal yang dapat dihitung penting.

Hal terindah yang dapat kita alami adalah misteri. Misteri adalah sumber semua seni sejati dan semua ilmu pengetahuan. 

Jika orang menjadi baik karena mereka takut mendapat hukuman atau mengharapkan hadiah, maka meraka berada dalam penyesalan yang besar. 

Nalar hanya akan membawa anda dari A menuju B, namun imajinasi mampu membawa anda dari A ke manapun. 

Hanya ada dua cara untuk mengisi hidup Anda, yaitu mengisi hidup dengan berpikir semua yang ada adalah mujizat, atau mengisi hidup dengan berpikir tidak ada mujizat apapun dari semua yang ada. 

Akal sehat adalah kumpulan prasangka yang diperoleh di usia 18 tahun. 

Dua hal yang tak terbatas : alam semesta dan kebodohan manusia, dan saya tidak yakin tentang alam semesta.  

Gravitasi tidak berpengaruh kepada mereka yang jatuh cinta. 

Hal yang paling sulit untuk dipahami di dunia ini adalah pajak penghasilan.

Imajinasi lebih penting daripada pengetahuan. 

Ilmu tanpa agama adalah lumpuh, agama tanpa ilmu adalah buta.  

Ilmu pengetahuan menjadi hal yang menakjubkan jika seseorang tidak harus mencari nafkah.

Jika A adalah sukses dalam hidup, maka A = X + Y + Z. X adalah bekerja, Y adalah bermain, dan Z adalah menjaga lisan. 

Kelemahan sikap menjadi kelemahan karakter. 

Kita tidak bisa memecahkan masalah dengan menggunakan cara berpikir yang sama ketika kita menciptakannya.

Misteri abadi dunia adalah komperehensifitasnya. 

Rahasia kreativitas adalah mengetahui cara menyembunyikan sumber kreatifitas.

Satu-satunya hal yang mengganggu belajar saya adalah pendidikan saya. 

Seluruh ilmu tidak lebih dari penyempurnaan pemikiran sehari-hari. 

Perdamaian tidak dapat dijaga dengan kekuatan tapi hanya dapat dicapai dengan pemahaman. 

Pendidikan adalah apa yang tersisa setelah melupakan semua yang dipelajari di sekolah. 

Persamaan lebih penting bagi saya, karena politik hanyalah untuk saat ini, sedangkan persamaan untuk selamanya. 

Rasa takut akan kematian adalah yang paling dibenarkan dari semua ketakutan, karena tidak ada risiko kecelakaan bagi seseorang yang sudah mati. 

Satu-satunya hal berharga yang nyata adalah intuisi. 

Seseorang mulai hidup ketika ia bisa hidup di luar dirinya sendiri. 

Siapapun yang belum pernah melakukan kesalahan tidak pernah mencoba sesuatu yang baru. 

Sejauh hukum matematika mengacu pada realitas, maka mereka tidak akan yakin, jika mereka yakin maka mereka tidak akan mengacu pada realitas. 

Siapapun yang menetapkan dirinya sebagai hakim dari kebenaran dan pengetahuan, maka akan jadi bahan tertawaan. 

Saya tidak tahu senjata apa yang akan digunakan pada Perang Dunia III, tetapi Perang Dunia IV akan menggunakan tongkat dan batu. 

Untuk ahli mengatur kawanan domba kita harus menjadi seekor domba. 

Kebahagiaan dalam melihat dan memahami merupakan anugerah terindah alam.

Kecerdasan tidak banyak berperan dalam proses penemuan. Ada suatu lompatan dalam kesadaran, sebutlah itu intuisi atau apapun namanya, solusinya muncul begitu saja dan kita tidak tahu bagaimana atau mengapa. 

Mencari kebenaran lebih bernilai dibandingkan menguasainya.

Hidup itu seperti naik sepeda. Agar tetap seimbang, kau harus terus bergerak.

Sudah saatnya cita-cita kesuksesan diganti dengan cita-cita pengabdian.

Lebih mudah mengubah plutonium dari pada mengubah sifat jahat manusia.

Satu-satunya sumber pengetahuan adalah pengalaman.

Terpuruk dalam masalah merupakan peluang hebat untuk kita.

Saya tidak memiliki bakat tertentu. Saya hanya ingin tahu.

Jika fakta tidak sesuai dengan teori, rubahlah faktanya.

Kerja keras bukan untuk sukses tetapi untuk sebuah nilai.

Pelepasan tenaga atom telah merubah segalanya kecuali cara kita berpikir... pemecahan untuk masalah ini tergantung kepada hati nurani umat manusia. Jika saya mengetahuinya, lebih baik saya menjadi pembuat jam tangan.

Tragedi kehidupan adalah sesuatu yang mati di dalam diri seseorang pada saat dia hidup.

ketika seseorang bertanya kepada Einstein, pertanyaan apa yang akan diajukan kepada Tuhan bila dia dapat mengajukan pertanyaan itu, dia menjawab,"Bagaimana awal mula jagad raya ini? Karena segala sesuatu sesudahnya hanya masalah matematika." Tapi setelah berpikir beberapa saat, dia mengubah pikirannya lalu bilang,"Bukan itu. Saya akan bertanya,"Kenapa dunia ini diciptakan?" Karena, dengan demikian saya akan mengetahui makna hidup saya sendiri. 

Telegraph tanpa kabel tidak sulit untuk dimengerti. Telegraph biasa seperti kucing yang sangat panjang. Anda tarik ekornya di New York, dan mengeong di Los Angeles. Yang tanpa kabel sama saja, hanya tanpa kucingnya.

Tuhan tidak bermain dadu.

Membaca, setelah beberapa waktu, menggelapkan pikiran terlalu jauh dari pencarian kreatifnya. Seseorang yang membaca terlalu banyak dan menggunakan otaknya terlalu sedikit akan menjadi kebiasaan malas untuk berpikir.

Kenyataan hanyalah sebuah ilusi, walaupun terjadi terus menerus.

Jika teori relativitas terbukti sukses, Jerman akan mengklaim saya sebagai orang Jerman dan Perancis menyatakan bahwa saya seorang penduduk dunia. Seharusnya teori saya terbukti tidak benar, Perancis akan mengatakan saya orang Jerman dan Jerman akan mengatakan saya orang Yahudi.

Nasionalisme adalah penyakit yang kekanak-kanakan. Itu adalah penyakit campak dari ras manusia.

Sejak ahli matematika menginvasi teori relativitas. Saya tidak mengerti diri saya lagi.

Kaum intelektual memecahkan masalah, para jenius mencegah mereka.

Adalah mungkin untuk menjelaskan segala sesuatu secara ilmiah, tetapi itu membuatnya tanpa rasa, itu membuatnya tanpa arti, seperti jika anda menjelaskan Simfony Beethoven sebagai variasi dari tekanan udara.

Tugas sains antara lain adalah untuk menemukan keindahan alam.

Ketika anda berpacaran dengan cewek yang manis, satu jam seperti sedetik. Ketika anda duduk di atas tungku panas, sedetik serasa satu jam. Itulah relativitas.

Itu tidak berarti saya cerdas, Itu hanya karena saya tetap dengan masalah tersebut lebih lama.

Banyak orang mengatakan kepintaran yang menjadikan seseorang Ilmuwan besar. Mereka keliru.. itu adalah karakter.

Cobalah tidak untuk menjadi seseorang yang sukses, tetapi menjadi seseorang yang bernilai.

Saya tidak pernah memikirkan masa depan. Masa depan akan segera datang.

Tidak ada eksperimen yang bisa membuktikn aku benar, namun sebaliknya sebuah eksperimen saja bisa membuktikan aku salah.

Orang-orang seperti kita, yang percaya pada fisika, mengetahui bahwa perbedaan antaramasa lalu, masa kini, dan masa depan hanyalah sebuah ilusi yang terus menerus ada.

Dunia ini adalah sebuah tempat yang berbahaya untuk didiami, bukan karena orang-orangnya jahat, tapi karena orang-orangnya tak perduli.

Tidak ada yang lebih merusak martabat pemerintah dan hukum negeri dibanding meloloskan undang-undang yang tidak bisa ditegakkan.

Generasi-generasi yang akan datang akan kehilangan keyakinan bahwa manusia akan berjalan di muka bumi dengan darah dan daging.

Belajarlah dari masa lalu, hiduplah untuk masa depan. Yang terpenting adalah tidak berhenti bertanya.

Orang berjiwa besar akan selalu menghadapi perlawanan hebat dari orang2
“PICIK”.

Hanya seseorang yang mengabdikan dirinya untuk suatu alasan dengan seluruh kekuatan dan jiwanya yang bisa menjadi seorang guru sejati. Dengan alasan ini penguasaan menuntut semuanya dari seseorang.

Usaha pencarian kebenaran dan keindahan merupakan kegiatan yang memberi peluang bagi kita untuk menjadi kanak-kanak sepanjang hayat.

Di dalam hal – hal yang rumit, ada hal – hal yang simpel. 

Tanda kecerdasan sejati bukanlah pengetahuan tapi imajinasi. 

Sedikit sekali orang yang bisa melihat matanya sendiri dan merasakan dengan hatinya sendiri. 

Jangan lakukan hal yang bertentangan dengan kata hati, bahkan meskipun negara memaksa anda melakukannya. 

Hakikatku adalah apa yang aku pikirkan, bukan apa yang aku rasakan. 

Nilai manusia terletak pada apa yang bisa dia terima. 

Selagi ada cinta tidak perlu ada lagi pertanyaan. 

Saya meyakini bahwa tugas utama jiwa adalah membebaskan manusia dari keegoisan. 

Saya terbiasa dalam kebingungan selama berminggu – minggu. 

Aku Berpikir terus menerus berbulan-bulan dan bertahun tahun, sembilan puluh sembilan kali dan kesimpulannya salah. Untuk yang keseratus aku benar. 

Kata Kata Einstein paling aneh, “Mengapa tidak ada orang yang memahamiku meski setiap orang menyukaiku?. 

Jika anda tak dapat menjelaskannya secara sederhana, maka anda belum memahaminya dengan baik. 

Kata kata maupun bahasa, baik tertulis maupun terucap, sepertinya tak memiliki peran apapun dalam mekanisme berpikir saya. 

Informasi itu bukanlah pengetahuan. 

Tanpa Budaya yang bermoral, manusia tidak akan selamat. 

Perbanyaklah jalan – jalan agar sehat, jangan terlalu banyak membaca, simpan saja beberapa buku sampai kau dewasa nanti (Ucap Einstein kepada putranya, Eduard Einstein). 

Filsafat itu kosong jika berdasarkan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan itu menemukan, dan filsafat itu menafsirkan. 

Itulah kata-kata mutiara Albert Einstein. Semoga bisa membawa manfaat kepada pembaca walau kecil.

ISTI’ADZAH DAN BASMALAH




MAKALAH
ISTI’ADZAH DAN BASMALAH



                                          Rudi Mursidin



JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH (PGMI)
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
MATARAM
2013


KATA PENGANTAR

 Alhamdulillahirabbil’alamin, puji syukur kami panjatkan kepada Allah subhanahu wa ta’ala,. Rabb yang maha esa, rabb yang maha pengasih lagi maha penyayang. Atas kehendaknya kami dapat menyelelesaikan makalah baca tulis al-qur’an: isti’adzah dan basmalah
Semoga makalah  ini dapat digunakan oleh para pendidik sebagai bahan ajar dan bagi mahasiswa calon-calon penddik sebagai bahan buku penunjang materi perkuliahan baca tulis al-qur’an
Dengan adanya makalah ini kami berharap mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi semua dan dapat pula dijadikan sebagai bahan pembelajaran. Namun dalam menyusun makalah ini masih jauh dari apa yang dinamakan kesempurnaan. Untuk itu kami mengharapkan beberapa saran serta kritik guna membangun semuanya dengan baik dan guna menambah pengetahuan kita bersama.
















DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.......................................................................................... i
DAFTAR ISI.......................................................................................................... ii
BAB I    PENDAHULUAN.................................................................................. 1
A.    Latar belakang.................................................................................... 1
B.     Rumusan masalah............................................................................... 1
C.     Tujuan................................................................................................. 1
BAB II  PEMBAHASAN...................................................................................... 2
A.    Pengertian Isti’adzah dan Basmalah.................................................. 2
B.     Isti’adzah-Basamalah......................................................................... 2
C.     Makna Isti’adzah................................................................................ 3
D.    Hukum Isti’adzah............................................................................... 3
E.     Makna basmalah................................................................................. 3
F.      Lafadz jalalah (Allah)......................................................................... 4
G.    Hukum basmalah................................................................................ 4
H.    Hukum Isti’adzah dan basmalah........................................................ 4
BAB III PENUTUP............................................................................................... 8
DAFTAR PUSTAKA




BAB I
PENDAHULUAN

A.        LATAR BELAKANG
Belajar dan pembelajaran merupakan suatu istilah yang tak dapat dipisahkan satu sama lain dalam proses pendidikan. Jika ada proses belajar, maka disitu ada pembelajaran. Dan jika ada pembelajaran berarti disitu ada proses belajar. Begitu seterusnya, saling terkait, tak dapat berdiri sendiri- sendiri.
Perbedaan belajar dan pembelajaran terletak pada penekanannya. Pembahasan masalah belajar lebih menekankan pada siswa dan proses yang menyertai dalam rangkan perubahan tingkah lakunya. Ada pun pembelajaran lebih menekankan pada guru dalam upayanya untuk membuat siswa dapat belajar.
Proses belajar mengajar bukan haya terpaku pada kedua unsur seperti yang dimaksud diatas. Akan tetapi ada unsure lain yang juga sangat substansi dalam proses belajar mengajar guna mencapai tujuan dari proses belajar mengajar tersebut, dimana unsure yang dimaksud ialah mengenai metode  yang digunakan dalam proses belajar mengajar.
Dalam pencapaian hasil belajar mengajar yang sesuai dengan tujuan pendidikan maka harus menggunakan metode yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan keadaan siswa dimana sekolah tersbut agar tujuan belajar mengajar tersebut dapat tercapai.
B.        Rumusan masalah
Adapun rumusan masalah yang ditarik dari latar belakang diatas yakni:
1.      Apakah istiadzah dan bagaimana cara melafalkannya
2.      Apakah basamalah dan bagaimana cara melafalkannya
C.       Tujuan
Supaya pembacaan menjadi lebih baik Ahmad Abdul gani Muhammad al-najuli al-jamal, al-Qaul al-Sadid fi Fann al-Tajw

BAB II
PEMBAHASAN
ISTI’ADZAH DAN BASMALAH

A.    Pengertian  Isti’adzah  dan Basmalah
Keharusan mengetahui ilmu tajwid bagi orang yang membaca alQuran merupakan suatu kemestian,karna alkuran sebagai pirman allah dan kitab suci umat islam di tirunkan bersama tajwidnya. Dalam membaca alquran terdapat adap atau etika khusus yang harus diperhatikan , yang  harus di prtehatikan  dalam membaca alquran adalah dengan membaca isti’adzah dan basmalah  sebelum membaca alquran dan sudah di menjadi  kesepakatan ulama bahwa membaca keduanya  sangat di anjurkan ketika membaca Al-Quran.[1]
Isti’adzah adalah mashdar (kata dasar) dari kata kerja (fi’il) isti’adza-yasta adzu yang berarti memohon perlindungan.[2] Menurut  istilah isti’adzah adalah kalimat  yang  berisi ungkapan dalam rangka memohon perlindungan kepada allah dari godaan syaitan yang terkutuk ‘’. Pengertian ini didasarkan pada bentuk kalimat.
B.     Isti’adzah-basmalah
A’udzubillahi minasyaithonirrojiim”
a.       A’udzu : Mohon perlindungan, membentengi, meminta penjagaan, berlindung kepada Alloh.
b.      Billahi : Rabb atas segala sesuatu yang diIlahkan dan disembah sendirian, tidak ada sekutu bagiNya.
c.       Asyaithon : Iblis yang Alloh melaknatnya.
d.      Arrojiim : Terkutuk, terjauhkan, tertolak dari semua rahmat dan kebaikan, yang tidak akan mendatangkan kejelekan kepada dienku dan duniaku.
C.    Makna Isti’adzah:
Aku berlindung dan membentengi diri kepada Allah Rabbku dari syaithon yang terkutuk yang mengganggu bacaanku atau menyesatkanku sehingga aku binasa dan celaka, adalah Nabi SAW apabila bangun pada tengah malam maka memulai shalatnya dengan takbir kemudian beliau mengucapkan :”Aku berlindung kepada Alloh yang maha mendengar lagi maha mengetahui dari syaithon yang terkutuk dari sentuhan, tiupan dan semburannya .”(H.R Ashabussunan).
D.    Hukum Isti’adzah
Disunnahkan bagi setiap yang ingin membaca sesuatu dari Alqur’an satu surat atau lebih, ucapkanlah :” أعوذبا الله من الشيطان الر جيم”(A’udzubillahi minasyaithonirrojiim), kemudian baru membacanya.
Seperti yang disukai bagi orang yang sedang marah atau orang yang khawatir akan kejelekan yang akan menimpanya maka berlindunglah kepada Allah dari syaithon yang terkutuk.
Basmalah
                    
yaitu ucapan: Bismillahirrahmanirrohiim.
E.     Makna Basmalah
yaitu memulai dengan menyebut Asma Allah dan mengingatNya sebelum segala sesuatu, mengharap pertolongan kepada Allah Jalla wa ’ala disemua urusan, hanya meminta pertolongan kepadaNya saja, sesungguhnya Rabb yang disembah, yang memiliki segala kelebihan, kemurahan hati, keluasan rahmah, banyak keutamaanNya. Dan kebaikan yang rahmatNya mencakup atas segala sesuatu dan kebaikanNya meliputi seluruh makhluk.


F.     Lafadz Jalalah (Allah)
Yang memiliki hak untuk disembah dan diibadahi atas semua makhlukNya, dan lafadz Allah adalah nama dari dzat Rabb Subhanahu Wa Ta’ala yang bisa dikenali dengan lafadz itu..
Arrahman yaitu nama dari nama-nama Allah Ta’ala yang diambil dari kata Arrahmah yang menunjukan atas banyaknya rahmatNya.Dan yang dimaksud dengan rahmah adalah mencakup seluruh makhluknya, menciptakannya dan memberi rizki kepada mereka.Dan itu menunjukkan kesempurnaan nikmatNya, untuk itu dikatakan”Wahai yang memiliki rahmat didunia”.
Arrahiim yaitu: nama Allah Ta’ala, yang diambil dari kata Arrahmah yang menunjukan atas banyaknya rahmatNya, dan khususnya kepada orang-orang mukmin, lebih khusus diakhirat, Alloh berfirman:”Dan adalah Allah kepada orang-orang mukmin sangat rahiim.”untuk itu dikatakan “Wahai yang memiliki rahiim diakhirat”.
G.    Hukum Basmalah
Disyariatkan untuk hamba dan dianjurkan mengucapkan basmalah ketika membacanya pada setiap surat dari kitab Allah Ta’ala kecuali ketika membaca surat At-taubah, maka tidaklah membacanya dengan mengucap basmalah, dan ketika sholat wajib mengucapkan basmalah dengan suara lirih (pelan) meskipun melakukan sholat jahriyah (dikeraskan bacaannya), dan disunnahkan bagi hamba untuk mengucapkan Bismillah ketika makan, minum, memakai pakaian, ketika masuk masjid dan keluar darinya, dan ketika naik kendaraan, dan dalam setiap urusan yang penting sebagimana wajibnya bagi hamba untuk mengucapkan Bismillah, Allahuakbar ketika menyembelih dan nahr (menyembelih unta dengan cara menusuk dileher).

H.    Hukum Isti’adzah Dan Basmalah

Memohon perlindungan kepada Allah SWT adalah suatu keharusan bagi setiap musim dalam seluruh aspek kehidupannya. Terlebih lagi ketika kita hendak membaca Al-Qur’an, sebagaimana di perintahkan oleh Allah SWT dalam surat An-Nahl ayat 98, yang artinya :
 Apabila kamu hendak membaca Al-Qur’an maka berlindunglah kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk ” (QS. 16 : 98)
 Yang dimaksud dengan isti ‘adzah adalah membaca :
اَعُوْذَ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْم
Hukum membaca isti’adzah sebelum memulai tilawah adalah sunnah.
Firman Allah Swt:
فَاِذَا قَرَأْتَ الْقُرآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللهِ مِنَ الشَّـيْطَانِ الرَّجِيْمِ
Maka apabila engkau membaca Al-Qur’an, maka mohonlah perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk”. (QS. 16 : 98)
Lafadz isti’adzah dapat berbunyi seperti diatas atau dengan menambahkan  السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ menjadi :
أَعُوذُ بِاللَّهِ السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
Adapun membaca basmalah sangat dianjurkan (mustahabbah), baik diawal surat atau pertengahan surat -kecuali pada surat At Taubah – baik dilakukan dengan suara keras atau pelan. Sebagian ulama Qira’at memberinya hukum Wajib Sina’i artinya kewajiban yang apabila ditinggalkan tidak berdosa. Istilah tersebut digunakan karena Rasulullah sangat menganjurkan membaca basmalah, sebagaimana didalam sabdanya:
كُلُّ اَمْرٍ ذِيْ بَالٍ لاَ يُبْدَأُبِبِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ فَهُوَ اَقْطَعُ
Setiap urusan yang penting yang tidak dimulai dengan membaca kalimat basmalah , maka terputuslah barokahnya”.
Cara membaca isti’adzah, basmalah dan ayat pada awal surah ada 4 macam cara, yaitu :
1. قَطْعُ الْجَمِيْع (Qath’ul Jam’i) yaitu pisah semuanya.
Caranya adalah membaca isti’adzah, berhenti (waqaf), lalu membaca basmalah, dan berhenti lagi (waqaf), kemudian membaca awal surah. Contoh :
اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّـيْطَانِ الرَّجِيْمِ☼ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ ☼قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ☼
2. قَطْعُ الأَوَّلِ وَوَصْلُ الثَّانِيْ بِالثَّالِثِ
Qath’ul Awwal Wa Washluts Tsani Bitstsalits, yaitu memutus yang pertama dan menyambung yang kedua dengan yang ketiga.
Caranya adalah membaca isti’adzah, berhenti (waqaf), lalu membaca basmalah disambung (washal) dengan awal surah. Contoh :
اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّـيْطَانِ الرَّجِيْمِ☼ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ __ قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ
3. وَصْلُ الأَوَّلِ بِالثَّانِيْ مَعَ الْوَقْفِ عَلَيْهِ وَقَطْعُ الثَّالِثِ
Washlul Awwal Bitstsani Ma’al Waqfi ‘Alaihi Wa Qath’utstsalits, yaitu menyambung yang pertama dengan yang kedua lalu berhenti, dan memutus yang ketiga.
Caranya adalah membaca isti’adzah disambung ( washal ) dengan basmalah, lalu berhenti(waqaf ), kemudian membaca awal surah. Contoh :
اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّـيْطَانِ الرَّجِيْمِ __ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ ☼ قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ
4. وَصْلُ الْجَمِيْعِ (Washlul Jam’i) yaitu menyambung semuanya.
Caranya adalah membaca isti’adzah disambung ( washal) dengan basmalah, disambung lagi.
(washal) dengan awal surah. Contoh :
اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّـيْطَانِ الرَّجِيْمِ ___ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ ___ قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ
Membaca Basmalah Diantara Dua Surah
Adapun cara membaca basmalah diantara dua surah, dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu :
1. قَطْعُ الْجَمِيْعِ (Qath’ul Jam’i) yaitu dipisah semuanya.
Cara membacanya adalah membaca ayat pada akhir surah, berhenti (waqaf), lalu membaca basmalah, berhenti ( waqaf), kemudian membaca ayat pada awal surah. Contoh :
وَلَمْ يَكُنْ لَّه كُفُوًااَحَدٌ ☼ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ ☼قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ☼
2. قَطْعُ الأَوَّلِ وَوَصْلُ الثَّانِيْ بِالثُّالِثِ
Qath’ul Awwal Wa Washlutstsani Bitstsalits, yaitu memutus yang pertama dan menyambung yang kedua dengan yang ketiga.
Cara membacanya adalah membaca ayat pada akhir surah, berhenti ( waqaf), lalu membaca basmalah, disambung (washal) dengan ayat pada awal surah. Contoh:
وَلَمْ يَكُنْ لَّه كُفُوًااَحَدٌ ☼ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ __ قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ☼
3.  وَصْلُ الْجَمِيْعِ ( Washlul jam’i ), yaitu menyambung semuanya.
Yaitu membaca ayat pada akhir surah,disambung ( washal) dengan basmalah, dan disambung (washal) dengan awal surah. Contoh :
وَلَمْ يَكُنْ لَّه كُفُوًااَحَدٌ __ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ __ قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ
Catatan :
Tidak dibolehkan membaca ayat pada akhir surah disambung (washal) dengan basmalah langsung berhenti (waqaf). Hal ini dikhawatirkan ada kesan, bahwa basmalah adalah akhir surah.
Cara membaca yang tidak dibolehkan adalah seperti contoh berikut :
وَلَمْ يَكُنْ لَّه كُفُوًا اَحَدٌ __ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ ☼
Wallahu’alam bisshowwab.
Maroji :


 

BAB III
PENUTUP

Demikian sedikit uraian dari kami tentang isti’adzah dan basmalah. Mohon  maaf  Jika ada kesalahan dalam penulisan kata, hadis, dan penafsiran . dan atas perhatian bapak dosen  kami mengucapkan terima kasih



DAFTAR PUSTAKA

Abdul Aziz Abdur Ra’uf Al Hafidz, Pedoman Dauroh Al-Qur’an, Kajian Ilmu Tajwid, Lc.

Syaikh Abdullah bin Abdul Aziz, Syarh Addurusumuhimah liaamatilummah, Daar Ashomii”i.























[1] Iman Abu Abdullah Muhammad ibn Ahmad al-Qurthubi, al-jami’ li Ahkam al-Qur’an, juz I (Beirut; Dar al-kutub al-‘ilmiyah 1988), h.10
[2] Muhammad ibn Abu Bakar al-Razi, Mukhtar al-Shihah, (Kairo: Mustafa al-Babi al-Halaby, t,t) h.89