Minggu, 26 April 2015

ISTI’ADZAH DAN BASMALAH




MAKALAH
ISTI’ADZAH DAN BASMALAH



                                          Rudi Mursidin



JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH (PGMI)
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
MATARAM
2013


KATA PENGANTAR

 Alhamdulillahirabbil’alamin, puji syukur kami panjatkan kepada Allah subhanahu wa ta’ala,. Rabb yang maha esa, rabb yang maha pengasih lagi maha penyayang. Atas kehendaknya kami dapat menyelelesaikan makalah baca tulis al-qur’an: isti’adzah dan basmalah
Semoga makalah  ini dapat digunakan oleh para pendidik sebagai bahan ajar dan bagi mahasiswa calon-calon penddik sebagai bahan buku penunjang materi perkuliahan baca tulis al-qur’an
Dengan adanya makalah ini kami berharap mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi semua dan dapat pula dijadikan sebagai bahan pembelajaran. Namun dalam menyusun makalah ini masih jauh dari apa yang dinamakan kesempurnaan. Untuk itu kami mengharapkan beberapa saran serta kritik guna membangun semuanya dengan baik dan guna menambah pengetahuan kita bersama.
















DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.......................................................................................... i
DAFTAR ISI.......................................................................................................... ii
BAB I    PENDAHULUAN.................................................................................. 1
A.    Latar belakang.................................................................................... 1
B.     Rumusan masalah............................................................................... 1
C.     Tujuan................................................................................................. 1
BAB II  PEMBAHASAN...................................................................................... 2
A.    Pengertian Isti’adzah dan Basmalah.................................................. 2
B.     Isti’adzah-Basamalah......................................................................... 2
C.     Makna Isti’adzah................................................................................ 3
D.    Hukum Isti’adzah............................................................................... 3
E.     Makna basmalah................................................................................. 3
F.      Lafadz jalalah (Allah)......................................................................... 4
G.    Hukum basmalah................................................................................ 4
H.    Hukum Isti’adzah dan basmalah........................................................ 4
BAB III PENUTUP............................................................................................... 8
DAFTAR PUSTAKA




BAB I
PENDAHULUAN

A.        LATAR BELAKANG
Belajar dan pembelajaran merupakan suatu istilah yang tak dapat dipisahkan satu sama lain dalam proses pendidikan. Jika ada proses belajar, maka disitu ada pembelajaran. Dan jika ada pembelajaran berarti disitu ada proses belajar. Begitu seterusnya, saling terkait, tak dapat berdiri sendiri- sendiri.
Perbedaan belajar dan pembelajaran terletak pada penekanannya. Pembahasan masalah belajar lebih menekankan pada siswa dan proses yang menyertai dalam rangkan perubahan tingkah lakunya. Ada pun pembelajaran lebih menekankan pada guru dalam upayanya untuk membuat siswa dapat belajar.
Proses belajar mengajar bukan haya terpaku pada kedua unsur seperti yang dimaksud diatas. Akan tetapi ada unsure lain yang juga sangat substansi dalam proses belajar mengajar guna mencapai tujuan dari proses belajar mengajar tersebut, dimana unsure yang dimaksud ialah mengenai metode  yang digunakan dalam proses belajar mengajar.
Dalam pencapaian hasil belajar mengajar yang sesuai dengan tujuan pendidikan maka harus menggunakan metode yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan keadaan siswa dimana sekolah tersbut agar tujuan belajar mengajar tersebut dapat tercapai.
B.        Rumusan masalah
Adapun rumusan masalah yang ditarik dari latar belakang diatas yakni:
1.      Apakah istiadzah dan bagaimana cara melafalkannya
2.      Apakah basamalah dan bagaimana cara melafalkannya
C.       Tujuan
Supaya pembacaan menjadi lebih baik Ahmad Abdul gani Muhammad al-najuli al-jamal, al-Qaul al-Sadid fi Fann al-Tajw

BAB II
PEMBAHASAN
ISTI’ADZAH DAN BASMALAH

A.    Pengertian  Isti’adzah  dan Basmalah
Keharusan mengetahui ilmu tajwid bagi orang yang membaca alQuran merupakan suatu kemestian,karna alkuran sebagai pirman allah dan kitab suci umat islam di tirunkan bersama tajwidnya. Dalam membaca alquran terdapat adap atau etika khusus yang harus diperhatikan , yang  harus di prtehatikan  dalam membaca alquran adalah dengan membaca isti’adzah dan basmalah  sebelum membaca alquran dan sudah di menjadi  kesepakatan ulama bahwa membaca keduanya  sangat di anjurkan ketika membaca Al-Quran.[1]
Isti’adzah adalah mashdar (kata dasar) dari kata kerja (fi’il) isti’adza-yasta adzu yang berarti memohon perlindungan.[2] Menurut  istilah isti’adzah adalah kalimat  yang  berisi ungkapan dalam rangka memohon perlindungan kepada allah dari godaan syaitan yang terkutuk ‘’. Pengertian ini didasarkan pada bentuk kalimat.
B.     Isti’adzah-basmalah
A’udzubillahi minasyaithonirrojiim”
a.       A’udzu : Mohon perlindungan, membentengi, meminta penjagaan, berlindung kepada Alloh.
b.      Billahi : Rabb atas segala sesuatu yang diIlahkan dan disembah sendirian, tidak ada sekutu bagiNya.
c.       Asyaithon : Iblis yang Alloh melaknatnya.
d.      Arrojiim : Terkutuk, terjauhkan, tertolak dari semua rahmat dan kebaikan, yang tidak akan mendatangkan kejelekan kepada dienku dan duniaku.
C.    Makna Isti’adzah:
Aku berlindung dan membentengi diri kepada Allah Rabbku dari syaithon yang terkutuk yang mengganggu bacaanku atau menyesatkanku sehingga aku binasa dan celaka, adalah Nabi SAW apabila bangun pada tengah malam maka memulai shalatnya dengan takbir kemudian beliau mengucapkan :”Aku berlindung kepada Alloh yang maha mendengar lagi maha mengetahui dari syaithon yang terkutuk dari sentuhan, tiupan dan semburannya .”(H.R Ashabussunan).
D.    Hukum Isti’adzah
Disunnahkan bagi setiap yang ingin membaca sesuatu dari Alqur’an satu surat atau lebih, ucapkanlah :” أعوذبا الله من الشيطان الر جيم”(A’udzubillahi minasyaithonirrojiim), kemudian baru membacanya.
Seperti yang disukai bagi orang yang sedang marah atau orang yang khawatir akan kejelekan yang akan menimpanya maka berlindunglah kepada Allah dari syaithon yang terkutuk.
Basmalah
                    
yaitu ucapan: Bismillahirrahmanirrohiim.
E.     Makna Basmalah
yaitu memulai dengan menyebut Asma Allah dan mengingatNya sebelum segala sesuatu, mengharap pertolongan kepada Allah Jalla wa ’ala disemua urusan, hanya meminta pertolongan kepadaNya saja, sesungguhnya Rabb yang disembah, yang memiliki segala kelebihan, kemurahan hati, keluasan rahmah, banyak keutamaanNya. Dan kebaikan yang rahmatNya mencakup atas segala sesuatu dan kebaikanNya meliputi seluruh makhluk.


F.     Lafadz Jalalah (Allah)
Yang memiliki hak untuk disembah dan diibadahi atas semua makhlukNya, dan lafadz Allah adalah nama dari dzat Rabb Subhanahu Wa Ta’ala yang bisa dikenali dengan lafadz itu..
Arrahman yaitu nama dari nama-nama Allah Ta’ala yang diambil dari kata Arrahmah yang menunjukan atas banyaknya rahmatNya.Dan yang dimaksud dengan rahmah adalah mencakup seluruh makhluknya, menciptakannya dan memberi rizki kepada mereka.Dan itu menunjukkan kesempurnaan nikmatNya, untuk itu dikatakan”Wahai yang memiliki rahmat didunia”.
Arrahiim yaitu: nama Allah Ta’ala, yang diambil dari kata Arrahmah yang menunjukan atas banyaknya rahmatNya, dan khususnya kepada orang-orang mukmin, lebih khusus diakhirat, Alloh berfirman:”Dan adalah Allah kepada orang-orang mukmin sangat rahiim.”untuk itu dikatakan “Wahai yang memiliki rahiim diakhirat”.
G.    Hukum Basmalah
Disyariatkan untuk hamba dan dianjurkan mengucapkan basmalah ketika membacanya pada setiap surat dari kitab Allah Ta’ala kecuali ketika membaca surat At-taubah, maka tidaklah membacanya dengan mengucap basmalah, dan ketika sholat wajib mengucapkan basmalah dengan suara lirih (pelan) meskipun melakukan sholat jahriyah (dikeraskan bacaannya), dan disunnahkan bagi hamba untuk mengucapkan Bismillah ketika makan, minum, memakai pakaian, ketika masuk masjid dan keluar darinya, dan ketika naik kendaraan, dan dalam setiap urusan yang penting sebagimana wajibnya bagi hamba untuk mengucapkan Bismillah, Allahuakbar ketika menyembelih dan nahr (menyembelih unta dengan cara menusuk dileher).

H.    Hukum Isti’adzah Dan Basmalah

Memohon perlindungan kepada Allah SWT adalah suatu keharusan bagi setiap musim dalam seluruh aspek kehidupannya. Terlebih lagi ketika kita hendak membaca Al-Qur’an, sebagaimana di perintahkan oleh Allah SWT dalam surat An-Nahl ayat 98, yang artinya :
 Apabila kamu hendak membaca Al-Qur’an maka berlindunglah kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk ” (QS. 16 : 98)
 Yang dimaksud dengan isti ‘adzah adalah membaca :
اَعُوْذَ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْم
Hukum membaca isti’adzah sebelum memulai tilawah adalah sunnah.
Firman Allah Swt:
فَاِذَا قَرَأْتَ الْقُرآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللهِ مِنَ الشَّـيْطَانِ الرَّجِيْمِ
Maka apabila engkau membaca Al-Qur’an, maka mohonlah perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk”. (QS. 16 : 98)
Lafadz isti’adzah dapat berbunyi seperti diatas atau dengan menambahkan  السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ menjadi :
أَعُوذُ بِاللَّهِ السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
Adapun membaca basmalah sangat dianjurkan (mustahabbah), baik diawal surat atau pertengahan surat -kecuali pada surat At Taubah – baik dilakukan dengan suara keras atau pelan. Sebagian ulama Qira’at memberinya hukum Wajib Sina’i artinya kewajiban yang apabila ditinggalkan tidak berdosa. Istilah tersebut digunakan karena Rasulullah sangat menganjurkan membaca basmalah, sebagaimana didalam sabdanya:
كُلُّ اَمْرٍ ذِيْ بَالٍ لاَ يُبْدَأُبِبِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ فَهُوَ اَقْطَعُ
Setiap urusan yang penting yang tidak dimulai dengan membaca kalimat basmalah , maka terputuslah barokahnya”.
Cara membaca isti’adzah, basmalah dan ayat pada awal surah ada 4 macam cara, yaitu :
1. قَطْعُ الْجَمِيْع (Qath’ul Jam’i) yaitu pisah semuanya.
Caranya adalah membaca isti’adzah, berhenti (waqaf), lalu membaca basmalah, dan berhenti lagi (waqaf), kemudian membaca awal surah. Contoh :
اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّـيْطَانِ الرَّجِيْمِ☼ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ ☼قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ☼
2. قَطْعُ الأَوَّلِ وَوَصْلُ الثَّانِيْ بِالثَّالِثِ
Qath’ul Awwal Wa Washluts Tsani Bitstsalits, yaitu memutus yang pertama dan menyambung yang kedua dengan yang ketiga.
Caranya adalah membaca isti’adzah, berhenti (waqaf), lalu membaca basmalah disambung (washal) dengan awal surah. Contoh :
اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّـيْطَانِ الرَّجِيْمِ☼ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ __ قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ
3. وَصْلُ الأَوَّلِ بِالثَّانِيْ مَعَ الْوَقْفِ عَلَيْهِ وَقَطْعُ الثَّالِثِ
Washlul Awwal Bitstsani Ma’al Waqfi ‘Alaihi Wa Qath’utstsalits, yaitu menyambung yang pertama dengan yang kedua lalu berhenti, dan memutus yang ketiga.
Caranya adalah membaca isti’adzah disambung ( washal ) dengan basmalah, lalu berhenti(waqaf ), kemudian membaca awal surah. Contoh :
اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّـيْطَانِ الرَّجِيْمِ __ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ ☼ قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ
4. وَصْلُ الْجَمِيْعِ (Washlul Jam’i) yaitu menyambung semuanya.
Caranya adalah membaca isti’adzah disambung ( washal) dengan basmalah, disambung lagi.
(washal) dengan awal surah. Contoh :
اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّـيْطَانِ الرَّجِيْمِ ___ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ ___ قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ
Membaca Basmalah Diantara Dua Surah
Adapun cara membaca basmalah diantara dua surah, dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu :
1. قَطْعُ الْجَمِيْعِ (Qath’ul Jam’i) yaitu dipisah semuanya.
Cara membacanya adalah membaca ayat pada akhir surah, berhenti (waqaf), lalu membaca basmalah, berhenti ( waqaf), kemudian membaca ayat pada awal surah. Contoh :
وَلَمْ يَكُنْ لَّه كُفُوًااَحَدٌ ☼ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ ☼قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ☼
2. قَطْعُ الأَوَّلِ وَوَصْلُ الثَّانِيْ بِالثُّالِثِ
Qath’ul Awwal Wa Washlutstsani Bitstsalits, yaitu memutus yang pertama dan menyambung yang kedua dengan yang ketiga.
Cara membacanya adalah membaca ayat pada akhir surah, berhenti ( waqaf), lalu membaca basmalah, disambung (washal) dengan ayat pada awal surah. Contoh:
وَلَمْ يَكُنْ لَّه كُفُوًااَحَدٌ ☼ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ __ قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ☼
3.  وَصْلُ الْجَمِيْعِ ( Washlul jam’i ), yaitu menyambung semuanya.
Yaitu membaca ayat pada akhir surah,disambung ( washal) dengan basmalah, dan disambung (washal) dengan awal surah. Contoh :
وَلَمْ يَكُنْ لَّه كُفُوًااَحَدٌ __ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ __ قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ
Catatan :
Tidak dibolehkan membaca ayat pada akhir surah disambung (washal) dengan basmalah langsung berhenti (waqaf). Hal ini dikhawatirkan ada kesan, bahwa basmalah adalah akhir surah.
Cara membaca yang tidak dibolehkan adalah seperti contoh berikut :
وَلَمْ يَكُنْ لَّه كُفُوًا اَحَدٌ __ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ ☼
Wallahu’alam bisshowwab.
Maroji :


 

BAB III
PENUTUP

Demikian sedikit uraian dari kami tentang isti’adzah dan basmalah. Mohon  maaf  Jika ada kesalahan dalam penulisan kata, hadis, dan penafsiran . dan atas perhatian bapak dosen  kami mengucapkan terima kasih



DAFTAR PUSTAKA

Abdul Aziz Abdur Ra’uf Al Hafidz, Pedoman Dauroh Al-Qur’an, Kajian Ilmu Tajwid, Lc.

Syaikh Abdullah bin Abdul Aziz, Syarh Addurusumuhimah liaamatilummah, Daar Ashomii”i.























[1] Iman Abu Abdullah Muhammad ibn Ahmad al-Qurthubi, al-jami’ li Ahkam al-Qur’an, juz I (Beirut; Dar al-kutub al-‘ilmiyah 1988), h.10
[2] Muhammad ibn Abu Bakar al-Razi, Mukhtar al-Shihah, (Kairo: Mustafa al-Babi al-Halaby, t,t) h.89

1 komentar: